Admin Milkfish Bali | 30 November 2024 | Dibaca 1329 kali
Gerokgak, 29 November 2024-CV. Putra Bahari Milk Fish Bali dalam hal ini Bapak Meddy Davros menerima kunjungan lapangan dari rombongan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur. Kunjungan ini serangkaian kegiatan kunjungan lapangan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur di Kabupaten Buleleng untuk meningkatkan kompentensi, pengetahuan dan alih teknologi kelautan perikanan komoditas air payau dan laut dalam hal ini khusus di CV. Putra Bahari tentang budidaya pembenihan bandeng.
Untuk diketahui bahwa Kabupaten Buleleng utamanya Kecamatan Gerokgak merupakan sentral usaha budidaya pembesaran ikan bandeng Terbesar di Dunia. Buleleng menghasilkan rata-rata 20 juta ekor benih bandeng perharinya yang dikirim untuk memenuhi permintaan pasar domestik Indonesia maupun ekspor yang mayoritas tujuan Manila, Filipina. Usaha ini juga merupakan motor penggerak ekonomi utama masyarakat pesisir.
Pada kunjungan ini, rombongan dipandu untuk melihat langsung bagaimana proses budidaya pembenihan bandeng mulai dari manajemen pemeliharaan induk, penebaran dan pemeliharaan benih bandeng hingga proses penampungan dan pra pengiriman kepada customer nantinya.
Pada kesempatan ini Bapak Meddy Davros memberikan tanggapan terkait adanya keluhan dari beberapa petambak di Jawa Timur bahwa benih bandeng yang dibeli dari pembudidaya lain memiliki kualitas kurang baik. Bapak Meddy Davros dengan tegas menyampaikan bahwa benih bandeng yang dikirim oleh CV. Putra Bahari selalu terbaik karena sistem budidaya telah diatur sesuai dengan Standar Operasional Prosedur Cara Pembenihan Ikan yang Baik ( CPIB ) dan Cara Karantina Ikan yang Baik ( CKIB ).
Pada kesempatan ini pula Bapak Meddy Davros memaparkan peluang usaha budidaya pembesaran ikan bandeng premium yang memiliki prospek yang sangat bagus untuk dikembangkan kedepannya karena permintaan ikan bandeng premium dari Eropa, Korea dan Timur Tengah terus mengalami peningkatan setiap tahunnya.
Budidaya ikan bandeng dengan Sistem Keramba Tancap Laut ( KTL ) maupun Sistem Keramba Jaring Apung ( KJA ) juga merupakan sistem budidaya alternatif yang dapat diaplikasikan dengan memanfaatkan wilayah sekitar muara sungai, teluk maupun pesisir pantai yang bukan wilayah konservasi, pariwisata maupun akses keluar masuk nelayan. Dengan menggunakan sistem budidaya ini juga akan memberikan jaminan bahwa ikan bandeng yang dihasilkan akan memiliki kualitas premium dan pasti tidak berbau tanah.
Bapak Meddy Davros juga menyampaikan dan menitip harapan kepada Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur untuk dapat membantu dalam mengkampanyekan tentang ikan bandeng yang mana merupakan ikan yang memiliki kandungan gizi yang sangat baik berupa omega-3 bahkan kandungannya 6 kali lebih besar dari pada ikan salmon yang memiliki harga jauh lebih mahal. Kandungan gizi tersebut sangat bagus bagi pertumbuhan dan perkembangan otak anak.