EN ID
  085239508882   Desa Patas , Kec. Gerokgak, Kab. Buleleng, Bali

CV.Putra Bahari Milk Fish Bali menerima kunjungan dari Direktorat Usaha dan Investasi, Kementrian Kelautan dan Perikanan RI

Admin Milkfish Bali | 29 Juni 2022 | Dibaca 2918 kali


CV.Putra Bahari Milk Fish Bali menerima kunjungan dari Direktorat Usaha dan Investasi, Kementrian Kelautan dan Perikanan RI

Gerokgak-CV.Putra Bahari Milk Fish Bali menerima kunjungan dari Direktorat Usaha dan Investasi, Kementrian Kelautan dan Perikanan RI yang mana mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan, penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria, pemberian bimbingan teknis dan supervisi, serta evaluasi dan pelaporan dibidang peningkatan keberlajutan usaha dan investasi meliputi pemetaan dan peluang investasi, pelayanan dan kemitraan usaha, akses permodalan, serta kewirausahaan dan kelembagaan usaha kelautan dan perikanan.

Pada kunjungan ini diwakili oleh Bapak Wahidin selaku Kasubdit Pelayanan dan Kemitraan Usaha, Ibu Dinar Kepala Seksi Kemitraan Usaha dan Staff pada hari Rabu, 22 Juni 2022. Kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya yang telah dilaksanakan di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat pada 7-8 Juni 2022 lalu. Pada kesempatan kali ini bliau ingin melihat langsung Hatchery milik CV. Putra Bahari Milk Fish Bali dan berbagai macam unit kegiatan usaha yang dilaksanakan.

Pada kesempatan yang baik ini pula Manajemen CV. Putra Bahari Milk Fish Bali menyampaikan beberapa hal tentang potensi usaha pembenihan bandeng di wilayah Kecamatan Gerokgak yang masih belum mendapatkan perhatian yang maksimal oleh Pemerintah dibandingkan sektor usaha perikanan lainnya, padahal potensi usaha pembenihan bandeng ini sangatlah besar dimana Gerokgak sebagai penghasil benih bandeng terbesar di dunia.

Usaha pembenihan bandeng merupakan salah satu usaha yang sangat cocok untuk dikembangkan sebagai usaha berbasis ekonomi kerakyatan sejalan dengan program yang sedang digencarkan oleh Pemerintah Pusat karena usaha ini membutuhkan permodalan yang tidak terlalu besar tetapi perputarannya relatif hanya membutuhkan waktu yang singkat yaitu 18-20 hari saja sudah dipanen untuk dijual dan usaha ini pula dapat menyerap tenaga kerja yang relatif banyak dan tidak terlalu memerlukan kualifikasi pendidikan.

Pada saat penerapan PPKM banyak sektor usaha yang mengalami penurunan dan tidak sedikit juga karyawanya yang harus dirumahkan bahkan harus di PHK tetapi usaha pembenihan bandeng ini tetap dapat berjalan dengan stabil bahkan harga benih bandeng saat itu justru dapat menembus titik tertinggi selama periode ekspor 20 tahun terakhir

Selain itu Manajemen CV. Putra Bahari Milk Fish Bali juga menyampaikan permasalahan-permasalahan yang sering menjadi kendala para pelaku usaha pembenihan bandeng (petani nener) yaitu permasalahan fluktuasi harga yang dari dulu hingga saat ini masih belum dapat terselesaikan.

Selama ini Gerokgak masih mengandalkan pasar ekspor untuk memasarkan hasil produksi benih yang dapat mencapai milyaran ekor setiap tahun dan yang mana Negara tujuan ekspor terbesar adalah Manila, Filipina. Manila menyerap hampir 70% dari produksi benih bandeng Gerokgak dan puncak permintaannya dimulai dari bulan Maret hingga Mei setiap tahunnya.

Pada periode ekspor tersebut maka harga benih bandeng akan relatif tinggi, akan tetapi setelah masa periode ekspor yang lamanya hanya 3 bulan maka harga benih bandeng akan cenderung turun bahkan jatuh sangat rendah karena pasar domestik tidak dapat menyerap hasil produksi benih yang dihasilkan. Rendahnya harga ini menyebabkan para pelaku usaha pembenihan bandeng merugi.

Maka besar harapan kita melalui Direktorat Usaha dan Investasi, Kementrian Kelautan dan Perikanan RI dapat merumuskan kebijakan untuk membantu memaksimalkan usaha pembenihan bandeng di Kecamatan Gerokgak agar bisa lebih maksimal lagi.

Selain untuk merumuskan kebijakan bagi pelaku usaha pembenihan bandeng, diperlukan juga kebijakan untuk memaksimalkan usaha budidaya bandeng konsumsi di Indonesia karena permintaan akan bandeng konsumsi untuk ekspor sangat tinggi dan menjadi potensi usaha yang dapat dikembangkan.

Kita tidak kalah dengan Filipina yang saat ini menjadi penghasil bandeng konsumsi terbesar di Dunia, seharusnya Indonesia juga bisa karena kita memiliki iklim dan wilayah pantai yang sangat luas yang dapat dimanfaatkan untuk menjadi tempat usaha pembesaran bandeng konsumsi

Jika usaha pembesaran bandeng konsumsi ini semakin luas, maka ini akan memperluas dan memperbesar pasar benih bandeng domestik sehingga kestabilan harga pasar benih bandeng pada saat musim ekspor selesai dapat bertahan minimal Rp10/ekor dapat terwujud.

Semoga dengan adanya kunjungan dari para pemangku kepentingan ini, usaha pembenihan bandeng kita bisa mendapat dukungan kebijakan yang lebih maksimal lagi sehingga eksistensi Gerokgak sebagai penghasil benih bandeng terbesar didunia tetap terjaga.

Tetap semangat dan yakin untuk menuju Era Baru Nener Gerokgak yang lebih baik.

Salam Pejuang Reanan,

 

#SpiritOfKAIZEN

Perbaikan yang berkesinambungan

#KerjaMutuKerjaUntung

#EraBaruNenerGerokgak

Fasilitas Kami
Lokasi Budidaya
05 April 2021 | 2713 Kali
Kolam Budidaya Induk Bandeng
05 April 2021 | 2915 Kali
Penampungan dan Tempat Packing
05 April 2021 | 2870 Kali
Produk Kami
Nener B1
05 April 2021 | 4131 Kali
Nener / Bibit Bandeng B1-2 Ekspor
05 April 2021 | 4235 Kali
Nener / Bibit Bandeng B1
05 April 2021 | 5190 Kali
Nener / Bibit Bandeng Size A
05 April 2021 | 5341 Kali
© Copyright 2021 - North Bali Solution